Domain white-label
Domain white-label membuat semua situs klien tayang di bawah domain agency-mu — kliena.agencymu.com, klienb.agencymu.com, dan seterusnya — tanpa badge atau jejak Webto.
Langkah 1 — Daftarkan domain agency
Section titled “Langkah 1 — Daftarkan domain agency”Di menu Agency, masukkan domain utama agency-mu (misalnya sites.agencymu.com atau agencymu.com). Domain ini jadi induk semua subdomain klien.
Langkah 2 — Pasang satu record DNS wildcard
Section titled “Langkah 2 — Pasang satu record DNS wildcard”Di panel DNS domainmu, tambahkan satu record:
| Tipe | Nama | Nilai |
|---|---|---|
| CNAME | * |
proxy.wpage.id |
Record wildcard (*) ini mencakup semua subdomain klien sekaligus — kamu tidak perlu kembali ke panel DNS setiap menambah klien baru.

Klik verifikasi di halaman Agency setelah record terpasang. Webto mengecek DNS-nya langsung; propagasi biasanya hanya beberapa menit.
Langkah 3 — Pasang host per situs klien
Section titled “Langkah 3 — Pasang host per situs klien”- Buka situs klien → menu Domain → bagian host agency.
- Tentukan subdomainnya, misalnya
kliena→ situs tayang dikliena.agencymu.com. - Tunggu status host aktif (penerbitan SSL otomatis), lalu bagikan alamatnya ke klien.

Yang berubah pada situs white-label
Section titled “Yang berubah pada situs white-label”- Badge “Dibuat dengan webto.id” dan penanda teknis Webto tidak ditampilkan.
- Alamat
*.wpage.idsitus tetap ada sebagai cadangan, tapi subdomainnya terkunci selama host white-label terpasang (lepaskan host dulu bila perlu menggantinya). - Host bisa dilepas kapan saja dari halaman yang sama — situs kembali tayang di alamat
wpage.id-nya.